Bakteri Pneumonia

Penyakit pneumonia ini sering menyebabkan kematian pada penderita yang mempunyai risiko tinggi dan juga menimbulkan biaya tinggi dalam ekonomi, kesehatan, pendekatan terhadap penyakit ini adalah dengan pencegahan menggunakan vaksin dan kemoprofilaksis.

pneumoniaPemberian obat antibiotik tidak mengeradikasi kuman dan mikroorganisme ini masih ada pada sekret sistem pernapasan sampai beberapa bulan setelah pengobatan. Pemberian amantadine sebagai pengobatan untuk mengurangi gejala (simtomatik) pada pneumonia yang disebabkan oleh virus hasilnya sangat efektif.

Namun sayangnya bila penyakit pneumonia ini masih banyak melandar pada lansia yang disebabkan oleh infeksi akut paru-paru (pneumonia) dan kardiovaskuler. Penyakit pneumonia saat ini menjadi ancaman lansia dan berdampak pada morbiditas serta mortalitas, cara mencegah penyakit pneumonia ialah dengan melakukan imunisasi. Adapun imunisasi yang waji bagi lansia adalah imunisasi flu dan pneumonia. Sayangnya imunisasi ini tidak dibiayai serta pasien harus membeli sendiri vaksinnya dan masih diimpor.

Imunisasi influenza memang merupakan referensi WHO, sebab organisasi kesehatan dunia itu mencatat antara tahun 1957-1958 terjadai wabah flu spanyol (Spanish flu), kemudian pada tahun 1968-1969 terajadi wabah flu Hongkong. Kedua wabah itu banyak menewaskan lansia. Oleh karena itu, pada tahun 2004 WHO mecanangkan perlunya imunisasi pada lansia untuk setiap negara. Imunisasi influenza diberikan sejali dalam setahun dan imunisasi pneumonia diberikan satu kali seumur hidup, bisa juga lima tahun sekali.

Penyakit pneumonia yang umumnya memang menyerang organ paru sering menberat menjadi abses paru seperti pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, spesies Nocardia dan spesies jamur.

Kejadian abses paru yang paling sering adalah sebagai komplikasi pneumonia aspirasi yang disebabkan oleh mikroorganisme anaerob. Penderita abses paru biasanya menderita penyakit periodontitis dengan higiene mulut yang buruk. Abses paru akibat pneumonia apsirasi biasanya terletak pada segmen psoterior lobus atas atau segmen superior lobus bawah paru kanan.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ditandai oleh eksudat intraalveolar superatif disertai konsolidasi. Kasus pneumonia bakteri kebanyakan disebabkan oleh bakteri pneumonia pneumococcus. Proses infeksi dapat diklasifikasikan berdasarkan anatomi. Pneumonia lobularis menunjukkan daerah infeksi yang terjadi pada satu atau lebih lobus. Pneumonia lobularis atau bronko pneumonia menunjukkan penyebaran daerah infeksi yang ditandai dengan bercak berdiameter sekitar 3-4 cm mengelilingi dan mengenai bronkus.

Pneumonia yang merupakan suatu proses peradangan di mana terdapat konsolidasi yang disebabkan pengisisan rongga alveoli dan eksudat. Pertukaran gas tidak dapat berlangsung pada daerah yang mengalami konsolidasi dan darah dialirkan ke sekitar alveoli yang tidak berfungsi. Hipoksemia dapat terjadi tergantung banyaknya jaringan paru-paru yang sakit.


=====================================

>>> Obat Penyakit Pneumonia Untuk Mengobati Penyakit Pneumonia dan Mengurangi Gejalanya, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Pneumonia and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *