Penyakit Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit yang sangat serius dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Ironisnya, faktor risiko utama kematian ternyata akibat pemberian antibiotik yang tidak adekuat dan tidak tepat.

Menurut Dr. Asril Bahar Sp.PD, KP, Kger, diagnosis pneumonia secara klinis umumnya mudah ditegakkan. “ Tandanya sangat khas yakni bila ditemukan demam, batuk berdahak (sputum yang produktif)  atau nyeri dada. Diagnosis lebih menyakinkan bila didapatkan infiltrat baru pada pemeriksaan foto rontgen paru dan penemuan mikroba penyebabnya.

penyebaran-pneumonia

Masalahnya sulit untuk mendapatkan mikorba penyebab yang memenuhi syarat dengan pemeriksaan yang non invasif. Apalagi, banyak penyakit dengan gejala dan tanda mirip pneumonia seperti influenza, bronkitis, gagal jantung kongestif, edema paru, atelektasis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), emboli paru, tuberkulosis paru serta kanker paru.

Mengenal penyakit pneumonia

Ada dua jens pneumonia yaitu pneumonia komunitas dan pneumonia nosokomial. Dr. Dr. Zulkifli Amin, Sp.PD KP, FCCP, pneumonia nosokomial (PN) didefinisikan sebagai pneumonia yang terjadi pada pasien rawat inap setelah minimal 48 jam atau 72 jam masuk rumah sakit. Pneumonia nosokomal dibagi menjadi tiga jenis yaitu hospital acquired pneumonia (HAP), ventilator associated pneumonia  (VAP) dan health care associated pneumonia  (HCAP).

Insiden HAP dilaporkan 5-10 kasus dari 1000 pasien rawat inap sekitar 10% pasien ICU menderita HAP dan sebanyak 20-30% pasien yang menggunakan ventilasi mekanik menderita HAP. Secara umum, insiden dan lebih banyak di rumah sakit besar. HAP merupakan infeksi nosokominal kedua tersering dengan angka kematian tertinggi dibandingkan infeksi nosokomial lainnya. Angka kematian HAP diperkirakan sebesar 20-50% dan dilaporkan sebesar 70%  terjadi pada pasien dengan VAP.

Dr. Anna Uyainah ZN, Sp.PD,KP, MARS menjelaskan, pada pneumonia komunitas atas community acquired pneumonia (CAP), sekitar 20-40% perlu dirawat di rumah sakit, 5-10% diantaranya dirawat di instansi rawat intensif (ICU) dan 5-10% meninggal dunia. Menurut Dr. Aryanto Suwondo, Sp.PD, K-P, baik pneumonia komunitas maupun pneumonia nosokomial keduanya mempunyai etiologi yang sama yaitu kuman patogen seperti Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, Moraxella catarrhalis dan beberapa bakteri atipikal.

Penyebab utama PN adalah bakteri gram negatif Haemophilus influenzae. Meski begitu, sekitar 17% PN disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa yang ternyata menjadi biang keladi kematian dan kesakitan pada PN. Pneumonia karena jamur tidak banyak ditemukan tetapi  biasanya terdapat pada pasien dengan gangguan imunologik seperti AIDS dan pemakaian obat-obatan immunosupresi pada pasien transplantasi, kemoterapi kanker dan penyakit immuno-compromised lainnya.

Jamur yang sering menimbulkan pneumonia adalah Candida, Aspergillus, Histoplasma capsulatuem, Cryptococcus neoformans dan Coccidioides immitis. Pneumonia pada immuno-compromised hos disamping penyebabnya adalah bakteri dan jamur oportunistik dapat juga disebabkan virus seperti Cytomegalovirus, Epstein-Barr virus, Rhinovirus, Adenovirus, Paramyxovirus, Parainfluenza virus, Herpes simplex, Herpes virus 6 dan Herpes virus 8.

Mereka yang Rentan

Tirah baring lama di rumah sakit merupakan penyebab terbanyak. Penyebab lain pneumonia adalah pemakaian ventilator mekanik, malnutrisi dalam jangka panjang, pemakaian obat yang menekan keasaman lambung, gagal organ seperti jantung, paru, hati dan ginjal serta pasien dengan gangguan immunocompromised. Pasien dengan umur tua (lansia) dan penggunaan terapi antibiotik yang lama juga sangat rentan terinfeksi pneumonia.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Pneumonia

Cara Mencegah Penyakit Pneumonia– Pneumonia merupakan salah satu nama penyakit pada paru paru dan juga saluran pernafasan. Penyakit pneumonia ini juga dikenal dengan nama lain paru paru basah. Pneumonia merupakan keadaan paru paru yang akan mengalami masalah kesehatan akibat ada nya infeksi, sehingga pada bagian di dalam paru paru terdapat kantung kantung yang di dalam nya berisikan cairan. Selain akan ada banyak kantung yang terdapat penumpukan cairan saja, tetapi juga keadaan paru paru yang membengkak juga. terjadi nya penyakit pneumonia di sebabkan oleh berbagai macam hal karena virus dan bakteri diantara nya. penyakit pneumonia juga akan lebih mudah dialami oleh orang yang memiliki imun tubuh yang lemah atau pun memiliki imun tubuh yang tidak stabil seperti yang akan dialami orang lanjut usia dan anak anak. Penyakit pneumonia sudah pasti akan mengganggu pernafasan karena terjadi pembengkakan pada paru paru dan juga penumpukan cairan di dalam nya sehingga nafas akan berbeda dari orang yang memiliki paru paru yang sehat.

penyakit pneumonia

penyakit pneumonia

Ada penyakit pneumonia bisa terjadi karena di sebabkan oleh ada nya bakteri, virus, atau pun parasit yang masuk ke dalam tubuh. Masuk nya virus, bakteri atau pun parasit bisa dari udara yang aliran darah, namun lebih banyak kasus pneumonia yang mengalami karena di sebabkan oleh udara yang membawa virus, bakteri atau parasit ke dalam paru paru. Penyakit paru paru seperti ini juga di picu oleh lingkungan yang terdapat banyak virus, bakteri atau pun parasit yang masuk ke dalam tubuh. Faktor lingkungan biasa berasal dari lingkungan yang tidak bersih, seperti lingkungan banyak debu, atau pun lingkungan yang banyak limbah pembuangan zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu pula, penyakit pneumonia bisa dari lingkungan rumah sakit. karena lingkungan rumah sakit yang biasa nya tempat penyembuhan suatu penyakit bisa menyebabkan penyakit pneumonia juga. karena di dalam rumah sakit banyak jenis virus dan bakteri yang ada, sehingga berada di lingkungan rumah sakit dalam jangka panjang tidak baik untuk kesehatan.

Cara Mencegah Penyakit Pneumonia

Seperti pada penyakit saluran pernafasan lain nya, penyakit pneumonia memiliki gejala yang akan dialami dan di rasakan oleh penderita nya. Gejala yang bisa dialami setelah infeksi, yaitu bisa menyebabkan demam. Penderita penyakit pneumonia akan mengalami demam yang akan menyebabkan tubuh menggigil kedinginan dan juga banyak keringat yang dikeluarkan. Selain, itu juga penyakit pneumonia juga bisa menyebabkan batuk kering atau pun batuk berdahak yang dahak nya bisa mengeluarkan virus atau bakteri juga di dalam nya sehingga dahak yang dikeluarkan akan memiliki warna hijau atau pun warna kuning.

Sedang melakukan aktifitas atau pun tidak penyakit pneumonia akan mengganggu pernafasan penderita nya sehingga akan menyebabkan sesak nafas yang cukup sering juga. penyakit pneumonia pun juga bisa menyebabkan penderita nya akan mengalami sakit pada bagian dada pada saat batuk dan juga pada saat bernafas sehingga akan mengganggu sekali gejala dari penyakit pneumonia. Akibat penyakit pneumonia pun juga bisa menyebabkan nyeri pada bagian sendi sendi, dan juga bisa menyebabkan jantung yang lebih kencang dan cepat detak nya. penyakit pneumonia juga bisa menyebabkan berat badan akan semakin menurun, sehingga jika penyakit pneominia semakin parah maka berat badan juga akan semakin menyusut dan kurus.

Jika telah mengalami gejala pnemonia sebaik nya lakukan pengobatan agar bisa sembuh, karena jika tubuh akan semakin kurus jika penyakit pneumonia tidak sembuhkan dengan cepat. Pengobatan bisa di lakukan dengan mengkonsumsi obat pneumonia herbal untuk mengatasi infeksi paru paru. Dan jika telah sembuh juga tidak luka melakukan cara mencegah penyakit pneomonia juga sehingga akan mencegah terjadi nya penyakit pneumonia kembali. Berikut beberapa cara mencegah penyakit pneumonia :

  • Makan makan sehat

Cara mencegah penyakit pneumonia yang bisa di lakukan salah satu nya bisa dengan makan makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat akan membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan baik, karena dengan begitu bisa melindungi tubuh secara maksimal.

  • Olahraga

Selain dari asupan makanan sehat dan nutrisi yang baik untuk tubuh, cara mencegah penyakit pneumonia yang baik untuk di lakukan pun juga bisa dengan olahraga yang teratur di lakukan. Olahraga pagi di saat udara yang masih segar bagus untuk di lakukan.

  • Menjaga kebersihan

Cara mencegah penyakit pneumonia yang harus di lakukan juga dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan agar tidak akan ada banyak debu dan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit pneumonia.

  • Lingdungi saluran pernfasan

Tutupi saluran pernafasan jika berada di tempat yang udara yang tidak bersih, karena cara mencegah penyakit pneumonia seperti ini cukup efektif di coba.

  • Tidak merokok

Yang penting sebagai cara mencegah penyakit pneumnia yaitu dengan tidak merokok, karean rokok juga salah satu peyebab dari pneumonia juga yang harus di hindari jika tidak ingin menderita penyakit pneumonia pada organ paru paru

Cara Mencegah Penyakit Pneumonia

Posted in Penyakit Pneumonia | Leave a comment

Obat Tradisional Penyakit Pneumonia

Obat tradisional penyakit pneumonia – obat tradisional penyakit pneumonia adalah obat tradisional yang dibuat dengan racikan tangan sendiri, dengan bahan bahan tradisional, untuk mengobati pneumonia. Pneumonia ini, seringkali bisa disebut dengan penyakit paru paru basah. Cara mencegah penyakit ini, juga bisa dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Pneumonia adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya jamur atau virus, yang menyerang pada bagian paru paru.

PENUMONA

Biasanya bagi yang menderita penyakit pada bagian paru paru, harus meminum obat yang tidak boleh putus selama 6 bulam sampa 1 tahun. Dan jika putus, akan mengulang dari awal. Lalu untuk menyembuhkan penyakit ini, bisa dengan menggunakan obat tradisional penyakit pneumonia atau paru paru basah. Penyebab pneumonia ini, bisa disebabkan oleh berbagai macam, salah satunya bisa disebabkan dengan lingkungan yang kotor. Dan berikut ada juga gejala pneumonia ini, yaitu akan mudah mengalami batuk kering dan nafsu makan akan berkurang.

Obat tradisional penyakit pneumonia 

Selain dengan wacana yang diatas, ada juga berbagai racikan obat tradisional penyakit pneumonia ini. Dan berikut beberapa obat tradisonalnya adalah :

  • Dengan memakai mengkudu

Mengkudu adalah salah satu obat yang sangat pahit, jika dikonsumsi tanpa menggunakan tambahan pemanis. Dan mengkudu ini, juga memiliki segudang manfaat, salah satunya bisa untuk obat tradisional penyakit pneumonia ini. Cara membuat racikan dengan mengkudu ini, hanya saja direbus atau juga bisa diblender, dengan ditambahkan madu. Saring dan minum ramuan mengkudu ini, dengan sebaik mungkin, agar penyakit ini, dapat segera sembuh. Mengkudu ini, mudah sekali untuk ditemukan dimana saja. Jika Anda menggunakan ramuan ini, untuk mengobati  berbagai macam penyakit, maka tidak perlu memikirkan efek samping. Karena racikan ini, sangat aman, yang menggunakan bahan herbal. Mengkudu ini, hidup didaerah daerah dataran rendah. Dan mengkudu ini, sudah sangat terkenal, sebagai obat apa saja, dengan khasiat yang luar biasa.

  • Dengan memakai pegagan

Pegagan adalah jenis tumbuhan yang hidup didaerah daerah dataran rendah. Pegagan ini, juga mempunyai banyak manfaat, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satunya bisa dengan digunakan untuk obat tradisional penyakit pneumonia atau paru paru basah. Jika, ingin menggunakan pegagan ini, hanya saja dengan cara direbus, yang daun pegagan tersebut sudah dibersihkan. Saring dan minum racikan pegagan dengan teratur, sampa pneumonia sembuh dari tubuh Anda. Cara ini, memang sudah sangat ampuh dan manjur, untuk obat pneumonia. Tidak saja, hanya dengan meminum ramuan ini, tetapi Anda harus juga menjaga kesehatan dan kebersihan dengan sebaik mungkin, agar penyakit ini, tidak semakin parah.

  • Dengan memakai sambiloto

Selain dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh serta lingkungan, Anda juga harus mendampingi meminum obat yang menggunakan tanaman herbal. Obat tradisional penyakit pneumonia adalah bisa dengan menggunakan tanaman sambiloto. Sambiloto ini, juga sudah sangat terkenal, dan juga tidak kalah manfaatnya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jika ingin menggunakan sambiloto ini, untuk mengobati pneumonia adalah dengan cara direbus, yang sudah dibersihkan. Minumlah ramuan sambiloto ini, dengan rutin dan teratur, agar dapat sembuh untuk penyakit ini. Tips ini juga sudah banyak digunakan untuk penderita penyakit pneumonia, tanpa efek samping. Dan sambiloto ini, sangat mudah sekali untuk ditemukan dimana saja.

  • Dengan memakai waru landak

Banyak yang belum mengetahui daun waru landak itu seperti apa. Tetapi jika, Anda ingin tahu, bisa dengan menemukannya di daerah dataran dataran rendah. Daun waru landak ini juga bisa digunakan untuk obat tradisional penyakit pneumonia atau paru paru basah. Dalam membuat obat pneumonia dengan menggunakan daun waru landak, sangat mudah sekali, hanya saja dengan cara direbus, yang sudah dibersihkan. Setelah itu, minum dengan rutin dan teratur, agar pneumonia ini, dapat cepat sembuh dengan segera. Cara ini paling cepat dan efektif, untuk mengobati pneumonia tanpa efek samping. jangan lupa, dalam melakukan penyembuhan penyakit ini, harus dibarengi dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan serta makanan, agar penyakit ini tidak semakin parah.

  • Dengan memakai ciplukan

Obat tradisional penyakit pneumonia adalah dengan menggunakan daun ciplukan. Daun ciplukan ini, juga sudah untuk ditemukan dipermukaan daerah daerah dataran rendah. Daun ciplukan ini, mempunyak segudang manfaat didalamnya. Salah satunya untuk penderita pneumonia. Yang penyakit ini, sangat berbahaya, apabila tidak diatasi dalam tindakan yang cepat. Cara menggunakan daun ciplukan, untuk membuat ramuan penderita pneumonia adalah dengan cara direbus, yang sudah dibersihkan. Lalu saring dan minum air ramuan daun ciplukan ini, dengan serutin mungkin, agar penyakit ini, dapat sembuh dengan segera. Tips ini, sudah sangat terkenal, untuk menyembuhkan penyakit paru paru basah atau pneumonia.

  • Dengan memakai cakar ayam

Pneumonia atau paru paru basah adalah salah satu jenis penyakit yang mempunyai bahaya tinggi. Yang berakibat bisa mengancam nyawa, jika telat dalam melakukan tindakan. Maka dari itu, disini kami ingin memberi saran untuk, menyembuhkan pneumonia atau paru paru basah dengan menggunakan cakar ayam. Cara pengolahannya dengan menggunakan cakar ayam, sangat gampang. Hanya saja dengan cara direbus, yang sudah dicuci bersih dengan air. Dan berikutnya saring dan minum air rebusan cakar ayam, dengan seteratur mungkin, agar penyakit ini, dapat musnah dari tubuh Anda. Dan inilah obat tradisional penyakit pneumonia yang sangat mujarab.

Obat Tradisional Penyakit Pneumonia

Posted in Penyakit Pneumonia | Leave a comment

Gejala Penyakit Pneumonia

Gejala penyakit pneumonia – gejala penyakit pneumonia adalah beberapa tanda tanda atau ciri ciri yang bisa menyebabkan pneumonia ini datang dan muncul. Pneumonia adalah penyakit yang menyerang pada bagian paru paru yang ada didalam tubuh dan penyakit ini juga bisa disebut degan penyakit paru paru basah.

pneumonia

penyakit pneumonia

Kemudian ada juga penyebab dari pneumonia ini, dan penyebabnya adalah adanya bakteri atau jamur yang merajalela dibagian tubuh. Selain itu, ada juga gejala penyakit pneumonia atau paru paru ini. Cara mencegah penyakit pneumoni ini, dan cara mencegahnya adalah dengan cara selalu menjaga kebersihan tubuh dan selalu mengatur pola makan yang baik dan benar. Setelah itu, ada juga obat pneumonia yang alami, salah satunya bisa dengan menggunakan buah mengkudu.

Gejala penyakit pneumonia 

Selain dengan pernyataan yang tertera diatas ada beberapa tanda tanda atau gejala penyakit pneumonia ini. Dan berikut gejalanya adalah :

  • Akan mengalami sakit atau pusing kepala

Gejala penyakit pneumonia adalah akan mengalmi rasa sakit atau pusing kepala. Pusing kepala ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa ada batasan umur atau usia sekalipun. Jenis gejala inilah yang bisa menyebabkan penyakit paru paru atu pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar tidak mengalami penyakit paru paru atau pneumonia ini dengan mudah. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumoni ini bisa menyebabkan kematian, jika dalam penanganan atau tindakan telat dalam mengatasinya.

  • Akan mengalami rasa mual

Gejala penyakit pneumonia adalah akan mengalami rasa mual mual. Mual ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa ada batasan umur atau usia sekalipun. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar penyakit paru paru atau pneumonia ini tidak dapat terjadi dengan mudah pada diri Anda. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan mengalami muntah muntah

Gejala penyakit pneumonia adalah akan mengalami muntah muntah. Gejala muntah muntah ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa ada batasan umur atau usia sekalipun. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar penyakit ini tidak mudah terjadi pada diri Anda. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan mengalami nafsu makan menjadi hilang

Gejala penyakit pneumonia adalah akan mengalami nafsu makan menjadi hilang. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjadi kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar penyakit paru paru atau pnemunia ini tidak mudah terjadi pada diri Anda. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat, bahkan penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian.

  • Sendi akan mengalami rasa nyeri

Gejala penyakit pneumonia adalah sendi akan mengalami rasa sendi. Jenis gejala inilah yag bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar pneumonia ini tidak mudah terjadi pada diri Anda. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan mengalami kecepatan pada perdetakan jantung

Gejala penyakit pneumonia adalah akan mengalami kecepatan pada perdetakan jantung. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar penyakit paru paru atau pneumonia ini tidak mudah terjadi pada diri Anda. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa menyebabkan kematian, jika tidak tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Ketika ingin tarik nafas akan mengalami rasa sakit

Gejala penyakit pneumonia adalah ketika ingin tarik nafas akan mengalami rasa sakit. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit paru paru atau pneumonia ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit paru paru atau pneumonia ini. Yang intinya penyakit paru paru atau pneumonia ini bisa berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Gejala Penyakit Pneumonia

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , | Leave a comment

Bahaya Penyakit Pneumonia

Bahaya Penyakit Pneumonia – Penyakit pneumonia merupakan salah satu penyakit gangguan sistem pernafasan. Biasa nya penyakit ini di derita oleh anak anak, dan orang yang sudah tua. Penyakit ini bisa menjadi penyakit yang ringan jika segera di obati dengan benar dan cepat, tetapi juga bisa menjadi penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyama jika penanganan nya tidak di lakukan dengan baik.

Bahaya Penyakit Pneumonia bisa menyebabkan penderita nya mengalami sesak nafas seperti pada penderita penyakit asma, batuk dan juga demam. Karena di salah satu, atau kedua oaru paru nya terdapat bakteri, jamur, atau virus yang telah menginfeksi nya. sehingga paru paru di penuhi cairan seperti nanah.

pneumonia

keadaan paru paru penderita pneumonia

Gejala Bahaya Penyakit Pneumonia

  • Demam

Pada gejala bahaya penyakit pneumonia maka penderita akan mengalami demam, dan kedinginan sehingga juga merasakan menggigil.

  • Suhu tubuh rendah

Jika demam bisa di alami pada anak anak, dan jika orang tua yang mengalami bahaya penyakit pneumonia akan mengalami penurunan suhu tubuh, sehingga bisa terjadi hipotermia. Sehingga butuh segera di hangatkan jika mengalami hipotermia.

Batuk yang di alami oleh penderita pneumonia akan mengeluarkan dahak. Dan dahak yang di keluarkan akan berbeda pada penderita batuk berdahak yang normal. dahak yang di keluarkan bisa lebih kental.

  • Nyeri dada

Dada yang terletak paru paru maka akan mersakan nyeri ketika sedang menghirup udara.

  • Nafas menjadi lebih cepat

Penderita penyakit pneumonia akan mengalami kesulitan untuk bernafas sehingga ketika menghirup udara akan lebih cepat dari sebelum nya.

  • Nyeri otot

Nyeri otot dan mudah lelah walau tidak mengerjakan pekerjaan yang berat. Sehingga penderita penyakit pneumonia akan terlihat lemas.

Sering mengalami buang air besar karena terdapat bakteri yang menginfeksi tubuh pada penderita bahaya penyakit pneumonia.

  • Sakit kepala

Sakit kepala atau pusing kepala ketika mengalami pneumonia juga akan sering terjadi.

Penyebab Bahaya Penyakit Pneumonia

  • Virus

Virus akan mudah memasuki tubuh ketika daya tahan tubuh sedang melemah. Virus yang biasa nya akan menginfeksi paru paru adalah virus yang biasa nya menyebabkan penyakit flu. Yang mudah terkena virus ini biasa nya anak anak, karena kekebalan daya tahan tubuh nya masih belum kuat. Virus ini jika hanya menyebabkan penyakit flu tidak berbahaya. Tetapi virus ini jika sudah berbahaya tidak menyebabkan infeksi saluran pernafasan yang akan sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

  • Bakteri

Sama hal nya dengan virus. Bakteri juga akan mudah masuk ke dalam tubuh jika kondisi tubuh sedang tidak sehat, dan daya tahan tubuh menurun. Sehingga bakteri dapat menginfeksi paru paru. Untuk awal nya bakteri hanya akan menyebabkan batuk. Tetapi jika tidak segera di tangani dengan baik bisa menyebabkan gejala penyakit pneumonia yang ringan.

  • Jamur

Jamur juga bisa berada pada paru paru, dan menyebabkan bahaya penyakit pneumionia. Jamur yang masuk bisa melalui hidung, dan tidak tersaring dengan baik. Udara yang di hirup dan membawa jamur masuk ke dalam tubuh, biasa nya udara yang kotor. Karena lingkungan yang di tinggali, atau suatu keadaan yang dapat menghasilkan debu.

  • Infeksi yang di dapatkan di rumah sakit

Jangan beranggapan jika rumah sakit adalah tempat terbersih. Karena di rumah sakit banyak berbagai macam pasiein dan dengan penyakit yang berbeda beda. Sehingga banyak berbagai virus di dalam nya. dan jika berada di rumah sakit selama 48 jam, dan keadaan tubuh sedang tidak baik, maka dapat dengan mudah terinfeksi virus. Dan virus yang di dapatkan dari rumah sakit akan lebih berbahaya. Sehingga bisa menyebabkan penyakit pneumonia.

  • Dari makanan

Bahaya penyakit pneumonia akan bisa juga terjadi karena makanan. Bisa nya makanan yang bisa menjadi penyebab penyakit, adalah makanan yang telah di muntah kan. Sehingga tidak sengaja menghirup udara yang ada di sekitar dan memasuki paru paru.

 Pengobatan Penyakit Pneumonia

Jika sudah menujukan gejala gejala penyakit peneumonia maka sebaik nya segera diatasi. Sehingga akan lebih mudah untuk di obati. Karena jika bahaya penyakit pneumonia tidak segera di tangani dengan baik maka bisa membahayakan nyawa seseorang.

Jika bahaya penyakit pneumonia diakibatkan dari infeksi bakteri, maka untuk mengobati nya dapat dengan membunuh bakteri yang ada pada tubuh, dengan mengkonsumsi obat antibiotik. Tetapi pengobatan ini harus dengan rutin agar bakteri yang ada pada paru paru benar benar mati, sehingga tidak dapat menginfeksi lagi.

Dan jika mengobati bahaya penyakit pneumonia karena virus, bisa dengan menggunakan obat antivirus. Sehingga virus tidak dapat menyebar luas ke seluruh tubuh, yang akan menyebabkan penyakit menjadi lebih parah.

Untuk mencegah penyakit ini sebenar nya sangat mudah. cukup dengan melakukan vaksinasi sehingga daya tahan tubuh lebih kuat untuk melawan virus dan juga bakteri yang akan menginfeksi tubuh. dan dengan menjaga kebersihan juga sangat penting, agar udara sekitar yang akan di hirup tidak kotor. Karena jika kotor dapat meyebabkan jamur ikut terbawa masuk ke dalam paru paru. Dan akhir nya paru paru menjadi kotor dan menyebabkan cairan mengisi paru paru.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia

Penyakit infeksi saluran napas pneumonia yang terjadi pada anak balita biasanya lebih sering diosebabkan oleh virus yang ada pada pernapasan dan biasanya terjadi pada mereka yang berusia 2-3 tahun. Penyebab penyakit pneumonia ini biasanya disebabkan karena mikrooganisme atau virus dan bakteri, bisa juga terjadi akibat hidrokarbon misalnya seperti minyak tanah, bensin, atau juga yang sejenisnya.

pneumonia adalah

Penyakit  pneumonia ini bisa digolongkan berdasarkan usia, berat atau ringannya dari suatu penyakit dan juga apa yang menyebabkan penyakit ini menjadi sulit atau komplikasi yang terjadi.

Gejala penyakit infeksi saluran napas pneumonia adalah retraksi atau penarikan pada dinding dada bagian bawah dalam keadaan bernapas bersamaan dengan peningkatan frekuensi napas, perkusi pekak, dan fremitus melemah, serta suara napas yang melemah dan juga ronki. Gejala lainnya adalah tanda efusi pleura atau empierna yang biasanya terjadi ditandai dengan gerak ekskursi dada yang tertinggal pada daerah efusi, perkusi pekak, fremitus yang melemah, suara napas yang melemah, dan suara napas tubuler yang tepat ada diatas batas cairan, friction rub, nyeri yang terjadi pada dada yang disebabkan oleh iritasi pleura atau nyeri yang berkurang jika efusi yang terjadi bertambah dan kemudian mengalami perubahan menjadi nyeri tumpul, serta kaku kuduk, dan gejala lainnya.

Pemeriksaan pada penyakit infeksi saluran napas pneumonia dengan melakukan sinar X. Identifikasi distribusi struktural misalnya adalah lobar bronchial yang bisa menyatakan abses luas atau infiltrate empiema atau stapilococus, infiltrasi menyebar atau juga terlokalisasi bakterial atau penyebaran serta perluasan infiltrate nodul yang biasanya lebih sering terjadi akibat virus. Pada penyakit infeksi saluran napas pneumonia mikroplasma sinar X dada mungkin bersih.

GDA yang dilakukan pemeriksaan pneumonia biasanya dilakukan dengan tidak normal yang mungkin terjadi, tergantung dari pada kasus luas paru yang biasanya terlibat dan penyakit paru yang ada. Pemeriksaan JDL a leukositosis biasanya akan ditemukan, walaupun sel darah putih rendah terjadi pada infeksi virus, kondisi tekanan imun. LED a meningkat, fungsi paru dari a hipoksemia, volume yang menurun, tekanan jalan napas meningkat dan komplain yang menurun.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bakteri Pneumonia

Penyakit pneumonia ini sering menyebabkan kematian pada penderita yang mempunyai risiko tinggi dan juga menimbulkan biaya tinggi dalam ekonomi, kesehatan, pendekatan terhadap penyakit ini adalah dengan pencegahan menggunakan vaksin dan kemoprofilaksis.

pneumoniaPemberian obat antibiotik tidak mengeradikasi kuman dan mikroorganisme ini masih ada pada sekret sistem pernapasan sampai beberapa bulan setelah pengobatan. Pemberian amantadine sebagai pengobatan untuk mengurangi gejala (simtomatik) pada pneumonia yang disebabkan oleh virus hasilnya sangat efektif.

Namun sayangnya bila penyakit pneumonia ini masih banyak melandar pada lansia yang disebabkan oleh infeksi akut paru-paru (pneumonia) dan kardiovaskuler. Penyakit pneumonia saat ini menjadi ancaman lansia dan berdampak pada morbiditas serta mortalitas, cara mencegah penyakit pneumonia ialah dengan melakukan imunisasi. Adapun imunisasi yang waji bagi lansia adalah imunisasi flu dan pneumonia. Sayangnya imunisasi ini tidak dibiayai serta pasien harus membeli sendiri vaksinnya dan masih diimpor.

Imunisasi influenza memang merupakan referensi WHO, sebab organisasi kesehatan dunia itu mencatat antara tahun 1957-1958 terjadai wabah flu spanyol (Spanish flu), kemudian pada tahun 1968-1969 terajadi wabah flu Hongkong. Kedua wabah itu banyak menewaskan lansia. Oleh karena itu, pada tahun 2004 WHO mecanangkan perlunya imunisasi pada lansia untuk setiap negara. Imunisasi influenza diberikan sejali dalam setahun dan imunisasi pneumonia diberikan satu kali seumur hidup, bisa juga lima tahun sekali.

Penyakit pneumonia yang umumnya memang menyerang organ paru sering menberat menjadi abses paru seperti pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, spesies Nocardia dan spesies jamur.

Kejadian abses paru yang paling sering adalah sebagai komplikasi pneumonia aspirasi yang disebabkan oleh mikroorganisme anaerob. Penderita abses paru biasanya menderita penyakit periodontitis dengan higiene mulut yang buruk. Abses paru akibat pneumonia apsirasi biasanya terletak pada segmen psoterior lobus atas atau segmen superior lobus bawah paru kanan.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ditandai oleh eksudat intraalveolar superatif disertai konsolidasi. Kasus pneumonia bakteri kebanyakan disebabkan oleh bakteri pneumonia pneumococcus. Proses infeksi dapat diklasifikasikan berdasarkan anatomi. Pneumonia lobularis menunjukkan daerah infeksi yang terjadi pada satu atau lebih lobus. Pneumonia lobularis atau bronko pneumonia menunjukkan penyebaran daerah infeksi yang ditandai dengan bercak berdiameter sekitar 3-4 cm mengelilingi dan mengenai bronkus.

Pneumonia yang merupakan suatu proses peradangan di mana terdapat konsolidasi yang disebabkan pengisisan rongga alveoli dan eksudat. Pertukaran gas tidak dapat berlangsung pada daerah yang mengalami konsolidasi dan darah dialirkan ke sekitar alveoli yang tidak berfungsi. Hipoksemia dapat terjadi tergantung banyaknya jaringan paru-paru yang sakit.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Pneumonia Disebabkan Ooleh

pneumoniaPneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumococcus, staphylococcus, streptococcus, virus. Gejala penyakit pneumonia ini adalah menggigil, demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan riak, dan sesak napas. Anak-anak yang terserang penyakit pneumonia ini sering disertai dengan muntah.

Mikororganisme lain penyebab community acquired pneumonia walau jarang adalah Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila dan bakteri gram negatif meskipun tidak terlalu banyak.

Staphylococcus jarang menyebab pneumonia pada orang yang sebelumnya sehat, tetapi sering sebagai penyebab pneumonia pada penderita influenza saat epidemik dan pada pecandu narkoba secara intravena. Onset pneumonia yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, bakteri aebrob dan stafilokokus adalah subakut sedangkan gambaran klinisnya sulit dibedakan karena sering berkaitan dengan keadaan pasien yang telah memburuk. Contohnya adalah pneumonia karena H. Influenza pada COPD dan pneumonia klebsiella pada pencandu alkohol. Gambaran foto toraks yang menunjukkan proses nekrotik dan rekasi pelura mengarahkan kecurigaan kepada pneumonia yang disebabkan oleh klebsiella. Legionella pneumophila menyebabkan penyakit legionnaires yaitu suatu bentuk pneumonia yang juga dapat bersifat hospital acquired. Kumannya sering masuk melalui inhalasi droplet aerosol yang mengandung organisme ini. Droplet aerosol biasanya berasal dari mesin penyejuk udara (AC) atau water cooler.

Hospital Acquired Pneumonia merupakan penyakit yang sering disebut sebagai pneumonia nosokomial yaitu pneumonia yang kejadiannya bermula di rumah sakit. Penyakit pneumonia ini merupakan penyebab kematian yang terbanyak pada pasien rumah sakit. Mikroorganisme penyebab biasanya bakteri gram negatif dan stafilokokus.
Pneumonia Aspirasi (Aspiration Pneumonia) yang dapat dikaitkan dengan menyebabkan : obstruksi (tersummbat) saluran pernapasan, pneumonitis oleh bahan kimiawi (asam lambung, enzim pencernaan), pneumonitis oleh infeksi, dan tenggelam di air. Predisposisi pneumonia aspirasi adalah pada pemabuk, epilepsi, pecandu obat narkotika, anestesia umum, pemasangan NGT, cerebrovascular accident, penyakit gigi dan periodontal.

Pneumonia Pneumosistis

Pneumonia Pneumosistis merupakan penyakit akut dan oportunistik yang disebabkan oleh suatu protozoa bernama Pneumocystis carinii. Protozoa ini dikenal sejak 1909 dan mulai dekade 1980-an menampakkan diri lagi sebagai kuman patogen, terutama pada penderita AIDS. Pneumonia pneumosistis sering ditemukan pada bayi prematur atau malnourished hipogammaglobulinemia; penderita keganasan dalam kondisi imunodefisiensi terutama limfoma atau leukemia yang mendapat obat antimetabolit dan kortikosteroid; pasien transplantasi organ yang diterapi kortikosteroid atau imunosupresif.

Penderita pneumonia yang mempunyai gejala ringan dapat ditangani dengan berobat jalan. Penderita yang mempunyai keadaan klinis sakit berat (sesak napas, demam sangat tinggi, kesadaran menurun) perlu di rawat di rumah sakit. Pemberian obat antibiotik disesuaikan dengan pola onfeksi di daerah dan akan lebih tepat jika obat antinbiotik yang digunakan sesuai dengan hasil pemeriksaan mikrobiologi. Obat antibiotik diberikan sedikitnya lima hari atau dau hari setelah gejala demam hilang.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Pneumonia Pada Balita

Pneumonia-Pada-AnakDi seluruh dunia setiap tahun diperkirakan terjadi lebih 2 juta kematian balita karena pneumonia. Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia 5 per 1000 balita per tahun. Ini berarti bahwa pneumonia menyebabkan kematian lebih dari 100.000 balita setiap tahun atau hampir 300 balita setiap hari atau 1 balita setiap 5 menit.

Merujuk pada angka-angka di atas bisa dimengerti bahwa para ahli menyebut pneumonia sebagai The Forgetten Pandemic atau wabah raya yang terlupakan” karena begitu banyak korban yang meninggal karena pneumonia tetapi sangat sedikit perhatian yang diberikan kepada masalah pneumonia. Tidak heran bila melihat kontribusinya yang besar terhadap kematian balita pneumonia dikenal juga sebagai “pembunuh balita nomor satu”.

Upaya pencegahan merupakan komponen strategis dalam pemberantasan pneumonia pada anak terdiri atas pencegarahan melalui imunisasi dan upaya pencegahan non imunisasi. Program Pengembangan Imunisasi (PPI) yang meliputi imunisasi DPT dan campak yang telah dilaksanakan pemerintah selama ini dapat menurunkan proporsi kematian balita akibat pneumonia. Hal ini dapat dimengerti karena campak, pertusis dan juga difteri bisa juga menyebabkan pneumonia atau merupakan penyakit penyerta pada pneumonia balita.

Di samping itu, sekarang telah tersedia vaksin Hib dan vaksin pneumokokus konjugat untuk pencegahan terhadap infeksi bakteri penyebab pneumonia dan penyakit berat lainnya seperti meningitis. Namun vaksin ini belum masuk dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) pemerintah.

Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah upaya pencegahan non imunisasi yang meliputi pemberian ASI eksklusif, pemberian nutrisi yang baik, penghindaran pajanan asap rokok, asap dapur, dan lain-lain; perbaikan lingkungan hidup dan sikap hidup sehat; yang semuanya itu dapat menghindarkan terhadap risiko terinfeksi penyakit menular termasuk penghindaran terhadap pneumonia.

Sebagian besar penyebab pneumonia adalah mikroorganisme (virus, bakteri) dan sebagaian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, bensin, atau sejenisnya) dan masuknya makanan, minuman, susu, isi lambung ke dalam saluran pernapasan (aspirasi). Berbagai penyebab pneumonia tersebut dikelompokkan berdasarkan golongan umur, berat ringannya penyakit dan penyulit yang menyertainya (komplikasi).

Mikroorganisme tersering sebagai penyebab pneumonia adalahh virus, terutam Respiratory Syncial Virus (RSV) yang mencapai 40%; sedangkan golongan bakteri yang ikut berperan utama Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae type b (Hib).

Awalnya mikroorganisme masuk melalui percikan ludah (droplet), kemudian terjadi penyebaran (parenkim) paru dan sebagian kecil karena penyebaran melalui aliran darah.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pneumonia Atipik

pneumoniaPenumonia atipik (walking pneumonia) adalah pneumonia akibat infeksi paru oleh organism selain bakteri, virus atau jamur. Kebanyakan disebabkan oleh Legionnale pneumophila, Mycoplasma pneumonia, dan Chlamydia pneumonia. Umumnya pneumonia atipik merupakan pneumonia yang ringan, kecuali jika penyebabnya adalah Leginonnale, dimana penyakitnya bisa cukup berat, dengan angka kematian yang tinggi.  Adapun wabah penyakit ini terjadi terutama pada kelompok yang terbatas, seperti murid sekolah, anggota militer dan keluarganya. Wabah cenderung menyebar secara perlahan karena masa inkubasinya berlangsung antara 10-14 hari. Penting untuk diketahui bahwa pneumonia atipik lebih banyak ditemukan pada musim semi.

Pneumonia atipik disebabkan oleh organism mirip bakteru, yaitu kikroplasma dan klamidia. Pneumonia jenis ini biasanya lebih ringan dan ditandai dengan perjalanan penyakit yang menahun atau berkepanjangan. Pneuminia mikroplasma seringkali menyerang usia muda dan bisa menimbulkan gejala di luar paru-paru (misalnya anemia dan ruam kulit) serta sindroma neurologis (misalnya meningitis, mielitiis, dan ensefalitis).  Pneumonia klamidia dapat terjadi sepanjang tahun dan merupakan 5-15% dari seluruh kasus pneumonia.

Faktor resiko terjadinya pneumonia atipik adalah :

  1. Lanjut usia
  2. Perokok
  3. Penderita penyakit menahun
  4. Penderita gangguan system kekebalan

Gejala yang ditandai dari penyakit pneumonia atipik adalah :

  1. Menggigil
  2. Demam
  3. Batuk (bsia batuk kering maupun berdahak).
  4. Sakit kepala
  5. Otot terasa sakit dan kaku
  6. Sesak napas
  7. Nafsu makan berkurang
  8. Merasa tidak enak badan
  9. Ruam (terutama jika penyebabnya adalah mikroplasma)
  10. Diare (terutama jika penyebabnya adalah Legionnale).

Diagnosis penyakit pneumonia atipik ini ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut :

  1. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh
  2. Rontgent dada (untuk membedakan pneumonia dari bronkitis akut dan infeksi pernapasan lainnya)
  3. Pemeriksaan darah lengkap
  4. Pembiakan darah dan dahak
  5. Pemeriksaan air kemih untuk antigen Legionnale
  6. Pemeriksaan apus tenggorokan untukmikroplasma dan klamidia.

Pengobatan utama adalah pemberian antibiotic. Pada kasus yang ringan, diberikan antibiotk oral dan penderita tidak perlu dirawat dirumah sakit. Pada kasus yang berat (terutama jika disebabkan oleh Legionnale), antibiotic akan diberikan melalui infuse dan penderita mungkin perlu mendapatkkan oksigen tambahan, sehingga harus menjalani perawatan dirumah sakit. Antibiotik yang baisa digunakan adalah Eritromisin, Azitromisin, Claritromisin, Quinolon, Terasiklin, serta Dosisiklin.

Jika penyebabnya mikrolasma atau klamidia, maka kebanyakan penderita akan memberikan respons yang baik terhadap pemberian antibiotic meskipun terdapat kemungkinan kecil terjadinya waktu yang sangat pendek (kurang dari 2minggu). Jika penyebabnya Legionnale, maka kemungkinan akan terjadi penyakit yang berat terutama pada usia lanjut, penderita penyakit menahun dan penderita gangguan system kekebalan. Ditemukan pula bahwa angka kematiannya dari penyakit pneumonia atipik ini cukup tinggi.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis dan Gejala Pneumonia

Menurut Dr. Aasril Bahar sulitnya menentukan diagnosis pneumonia disebabkan gejala dan tanda tidak klasik. Pemeriksaaan analisis foto toraks juga terkadang gagal untuk membantu diagnosis. Sulitnya memperoleh sputum yang benar menambah tingkat kesukaran diagnosis pneumonia.

pneumoniaPneumonia karena jamur juga sulit untuk didiagnosis. Apalagi, gejalanya tidak spesifik. Ketepatan diagnosis pneumonia jamur hanya 55% karena kultur darah biasanya negatif. Untuk menghindari kebingungan akibat perbedaan pada tiap-tiap panduan diagnosis pneumonia, Infectious Disease Society of America (IDSA) dan American Thoracic Society (ATS) bergabung menyusun konsensus bersama. Kunci keberhasilan tatalaksana pasien pneumonia terletak pada akuratnya penilaian derajat keparahan.

Riwayat perjalanan penyakit pneumonia

Riwayat perjalanan penyakit sangat membantu untuk menegakkan diagnosis pneumonia bakterial. Gejala umum pneumonia adalah : demam, abtuk dan sesak napas. Gejala lain yang ada dapat digunakan untuk membuat diagnosis diferensial :

Sakit tenggorokan : infeksi mononukleosis, streptokokus grup A pertusis mikoplasma, psitakosis, atau Q fever.

– Koriza : infeksi virus

– Nyeri pleuritik (nyeri tusuk) : umumnya pada pneumonia tetapi lebih sering pada infeksi pneumokokus

– Nyeri pleuritik  (difus) : infeksi mikoplasma

– Gejala intestinal, mual, muntah, diare, nyeri abdomen : legionella

– Mual berat : Q fever, tularemia, psitakosis atau legionella

– Malaise berat : mikoplasma, psitakosis atau Q fever

– Sakit kepala berat : mikoplasma, legionella, infeksi virus, Q fever atau tularemia

– Mialgia : mikoplasma, infeksi virus, Q fever atau tularemia

– Gejala yang tiba-tiba timbul dan langsung berat : Streptococcus pneumoniae, Hemophilus influenzae, Stahylococcus aureus, bakteri Gram negatif, Yersinia pestis dan Coxiella burnettti

– Gejala yang timbulnya lambat (insidious) : biasanya pneumonia atipikakl

– Tidak ada produksi sputum : proses intestisial, mis, mikoplasma, infeksi virus

– Produksi sputum sedikit : pneumonia fase awal atau terdapat dehidrasi

– Rusty sputum, seperti karat besi ; infeksi penumokokus

– “currant” jelly seperti batu-bata : kelbsiella dan

– Sputum berbau busuk : pneumonia aspirasi, infeksi anaerob
penyebab-pneumonia

 

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Pneumonia Paru

Penyakit pneumonia paru adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumococcus, Staphylococcus, Streptococcus, virus, ataupun tertelah minyak tanah atau bensin dengan tidak sengaja. Gejala penyakit pneumonia ini adalah menggigil, demam, sakit kepala, bentuk, mengeluarkan riak, dan sesak nafas. Anak-anak yang terserang penyakit ini sering disertai muntah .

Penyakit pneumonia paru merupakan radang paru-paru yang disebabkan virus, bakteri, jamur, atau benda asing yang masuk ke paru-paru (alergi). Penyakit ini berbahaya terutama bagi bayi dan balita yang juga menderita asma. Gejala yang timbul adalah badan menjadi panas, batu kering atau batuk berdahak dan mengeluarkan lendir berwarna hijau atau merah muda. Napas menjadi sulit, berbunyi, frekuensi bernapas meningkat, terlihat adanya pernapasan cuping hidung, dan dada terasa sakit ketika batuk. Karena penyakit pneumonia berbahaya, sebaiknya anak segera dibawa berobat ke dokter.

Pneumonia-Pada-Anak

Perawatan penyakit pneumonia paru yang dapat dilakukan dirumah adalah mengompres anak jika panas, memberi minum yang banyak, mencukupi kebutuhan gizi dan mengompres dada dengan air hangat jika terasa nyeri. Jika keadaan memburuk, seperti bibir dan lidah membiru, napas sangat cepat, muntah-muntah dan dahak berdarah anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh perawatan yang intensif.

Dibawah ini adalah cara mengobati penyakit pneumonia dengan alami adalah :

Bahan :

  • Daun komfrey segar 4 lembar
  • Garam secukupnya
  • Air 4 gelas

Pemakaian :
Cara pertama, lemaskan daun komfrey dengan garam, lalu dicuci. Makan 2 kali sehari sebagai lalap. Cara kedua, daun komfrey dijus, lalu sarinya diminum untuk 2 kali sehari, cara ketiga rebus daun komfrey dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas kemudian airnya diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

 

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Pneumonia Radang Paru-Paru

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradnagan pad aorgan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Penyebab yang paling sering ialah serangan bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus.

Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronis sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. Namun, pneumonia juga bisa menyerang kawula muda yang bertubuh sehat.

Saat ini penyakit pneumonia merupakan pembunuh utama anak-anak di bawah usia 5 tahun (balita) di dunia. Angka kematian yang disebabkan penyakit ini lebih banyak dibandingkan penyakit lain seperti AIDS, malaria dan campak. Pneumonia juga merupakan salah satu penyakit serius yng merenggut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Pneumonia Pada Anak

Pneumonia pada anak balita paling sering disebabkan oleh virus pernapasan dan puncaknya terjadi pada umur 2-3 tahun, sedangkan pada anak umur sekolah paling sering disebabkan oleh bakteri Mycoplasma Pneumoniae.

Pada bayi dan anak-anak penyebab yang paling sering adalah :

– Virus sinsisial pernapasan
– Adenovirus
– Virus para influenza
– Virus influenza

Penyakit paru “pneumonia” merupakan penyebab utama motalitas anak balita di Indonesia. Menurut Prof. Dr.H. Mardjanis, Sp.A(K), pneumonia adalah penyakit infeksi akut paru yang disebabkan terutama oleh bakteri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling sering menyebabkan kematian pada bayi dan anak balita. Bakteri penyebab pneumonia paling sering adalah streptococcus pneumoniae (pneumokokus), Hemopsilus influenzae tipe b (Hib) dan staphylococcus aureus (Saureus). Diperkirakan 75% pneumonia pada anak balita di negara berkembang termasuk Indonesia disebabkan oleh pneumokokus dan Hib.

Di seluruh dunia setiap bulan di perkirakan terjadi lebih 2 juta kematian balita karena pneumonia. Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia 5 per 1000 balita per tahun. Ini berarti bahwa pneumonia menyebabkan kematian lebih dari 100.000 balita setiap tahun atau hampir 300 balita setiap hari atau 1 balita setiap 5 menit.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Pneumonia

Penanganan dan pengobatan pada penderita pneumonia tergantung pada tingkat keparahan gejala yang timbul dan penyebab pneumonia itu sendiri.

1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar lengkap sampai benar-benar tidak muncul lagi gejala atu hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri pneumonia. Jika tidak, suatu saat pneumonia akan kembali diderita.

2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu. Namun, lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak, serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.

Gambar cara penualran dan pengobatan penyakit pneumonia

3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur. Disamping itu, biasanya diberikan juga obat untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk dianjurkan dengan dosis rendah yang hanya cukup membuat penderita bisa tidur karena sebenarnya batuk juga dapat membantu pembersihan sekresi mukus (riak/dahak) di paru-paru.

4. Terapi herbal. Ternyata alam telah diciptakan tidak hanya indah dan nyaman untuk ditempati, tetapi juga memberikan tanaman obat atau herbal yang dapat menyembuhkan penyakit, termasuk pneumonia yang disebabkan bakteri, virus ataupun jamur dapat menggunakan ramuan herbal yang berbahan dasar seperti daun sambiloto, kencur dan jenis herbal lainnya.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Faktor Risiko Pneumonia

Cara penularan virus atau bakteri pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang berisiko tinggi terserang penyakit pneumonia, yakni sebagai berikut :

1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti :

– Penderita HIV / AIDS
– Penderita penyakit kronis, seperti sakit jantung, diabetes mellitus
– Orang yang pernah atau rutin menjalani kemoterapi
– Orang yang meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu yang lama

2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami iritasi pada saluran pernapasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan sekresi mukus (riak/dahak). Apabila riak/dahak mengandung bakteri, maka dapat menyebabkan pneumonia. Alkohol berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih sehingga daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi menjadi lemah.

3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensif (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu napas) endotracheal tube sangat berisiko terkena pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah tenggorokan. Bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga napas (ventilator), ia sangat berpotensi terkena pneumonia.

4. Menghirup udara yang tercemar polusi zat kimia. Risiko tinggi yang dihadapi para petani apabila menyemprotkan tanaman dengan zat kimia tanpa memakai masker adalah terjadinya iritasi dan menimbulkan peradangan pada paru-paru dan selanjutnya rentan menderita penyakit pneumonia.

5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar biasanya bermasalah dalam hal mobilisasi. Orang dengan kondisi semacam itu memiliki risiko tinggi terkena penyakit pneumonia. Pasalnya, saat tidur berbaring statis sangat mungkin riak berkumpul di rongga paru-paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , | Leave a comment

Pneumonia

Pneumonia sebenarnya bukan penyakit baru. American Lung Association misalnya, menyebutkan hingga tahun 1936 pneumonia menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika. Penggunaan antibiotik membuat penyakit ini bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. Namun pada tahun 2000 kombinasi pneumonia dan influenza kembali merajalela dan menjadi penyebab kematian ketujuh di negara itu.

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang. Kantung-kantung kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Akibatnya, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal.

Sebenarnya pneumonia bukan penyakit tunggal. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi dengan sumbe utama bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.

Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa lainnya.

Posted in Penyakit Pneumonia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment